Thu. Dec 3rd, 2020

Situs Yang Memberikan Harga Terupdate

Elektronik, Kendaraan, Perabotan Rumah Tangga,

Industri Otomotif Segera Pulih Setelah Pandemi 2020

2 min read

Industri Otomotif Segera Pulih Setelah Pandemi 2020

Pandemi virus Corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia, sebenarnya mempengaruhi berbagai industri di Tanah Air. Salah satu yang terdampak besar, adalah otomotif, baik mobil ataupun motor.

Namun, Kementerian Perindustrian menilai, keadaan industri roda empat dan roda dua di Indonesia dapat pulih lebih cepat.

Bahkan, berdasarkan information Badan Pusat Statistik (BPS), sektor yang tumbuh positif di kuartal III 2020, tidak benar satunya industri alat angkutan sebesar 17,48 persen.

Dijelaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, kinerja industri alat angkutan melaju cepat terhadap triwulan III-2020.

Hal ini muncul dari indikator penjualan mobil dan sepeda motor yang naik tajam kecuali dibandingkan kuartal sebelumnya. Penjualan mobil secara wholesale (penjualan dari pabrik ke diler) terhadap triwulan III 2020 mencapai 111.114 unit atau naik sebesar 362,17 persen dibanding kuartal sebelumnya.

“Produksi mobil terhadap triwulan III-2020 mencapai 113.563 unit atau naik sebesar 172,78 persen kecuali dicermati secara quartalan,” papar Agus didalam siaran pers yang di terima Liputan6.com, Kamis (5/11/2020).

Sementara itu, penjualan motor secara wholesale terhadap triwulan III 2020 mencapai 911.865 unit atau naik sebesar 190,75 persen dibanding kuartal II tahun ini.

Pajak 0 persen

Sebelumnya, sebenarnya Kemenperin sempat mengusulkan pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru atas permintaan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tidak diterima oleh Kementerian Keuangan. Langkah itu, untuk mempercepat pemulihan penjualan kendaraan di pasar nasional.

Tapi, usulan pajak 0 persen ini, kemudian tidak diterima oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani didalam konferensi pers secara virtual, mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), beberapa sementara lalu.

Dukungan Keseluruhan

Dijelaskan Sri Mulyani, pihaknya tidak perhitungkan untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0 persen untuk sementara ini, seperti yang disampaikan oleh industri manapun dari Kemenperin.

“Kita dapat cobalah memberikan dukungan-dukungan untuk sektor industri secara keseluruhan, melalui insentif yang kami telah berikan,” ujar Sri Mulyani sementara itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.