Thu. Nov 14th, 2019

Situs Yang Memberikan Harga Terupdate

Elektronik, Kendaraan, Perabotan Rumah Tangga,

Tutorial Membuat Tape Deck

4 min read

Tutorial Membuat Tape Deck

Cara Merakit Tape Recorder (Tape Deck). Di masa yang serba canggih seperti saat ini, berbicara tape recorder atau Cassette Recorder sepertinya udah dapat dikatakan merupakan perihal yang ketinggalan jaman, mengingat saat ini kecanggihan teknologi di bidang elektronik lebih-lebih untuk pertumbuhan audio udah sangat canggih bahkan belakangan ini keberadaan tape recorder udah merasa di tinggalkan.

Tutorial Membuat Tape Deck

Artiel ini sekedar untuk mengingatkan kita, bahwa sebelum saat kami dapat nikmati hasil nada rekaman melalui piringan VCD / DVD pasti untuk dapat mendengarkan lagu favorit, maka kami akan memutar pita casette bersama mengfungsikan tape recorder.

Dan bagi kamu yang tetap penasaran bersama perangkat tape recorder, maka melalui artikel ini saya akan kupas secara detail, apa saja alur yang digunakan untuk membangun sebuah tape recorder, supaya kami tidak lagi penasaran berkenaan apa itu tape recorder.

Sebelum kami memicu tape recorder maka ada Taruhan Bola lebih dari satu rangkain yang wajib disiapkan, dan di sini tentunya saya akan menambahkan gambaran simpel berkenaan alur pemasangan alur tape recorder supaya dapat dimengerti bersama mudah.

Komponen Utama Tape Recorder (Tape Deck).
Ada empat (4) alur utama yang membentuk sebuah perangkat elektronik tape recorder, antara lain.
Mekanik Tape (Mechanic Cassette Recorder).
Pre-AMP Head.
Amplifier.
Adaptor / Power Supply.

Mechanic Cassette Recorder.
Mekanik tape recorder merupakan alur yang bermanfaat untuk menggerakan pita casette supaya tersentuh oleh HEAD supaya menghasilkan getaran sinyal, selanjutnya supaya getaran isyarat yang di terima head dapat diubah jadi suara, maka kami membutuhkan alur Pre-AMP Head.

Pre-AMP Head.
Pre-AMP head adalah sebuah alur yang bermanfaat untuk meneruskan getaran isyarat yang di kirim oleh HEAD dan diolah jadi sebuah getaran suara, akan tapi nada yang di hasilkan pre-amp head punya frekuensi yang sangat kecil supaya untuk memperkeras nada dari pre-amp head, maka kami membutuhkan alur amplifier supaya nada dapat terdengar oleh telinga manusia.

Amplifier.
Amplifier adalah sebuah alur penguat akhir yang bermanfaat sebagai penguat suara, dan ampilifier sendiri merupakan unit alur elektronik hasil penggabungan alur Tone Control dan Power yang bermanfaat untuk menguatkan nada supaya jadi lebih keras yang selanjutnya di salurkan melalui pengeras nada speaker.

Rangkaian Adaptor / Power Supply.

Secara umum untuk dapat menambahkan supply tegangan yang kuat dan stabil terhadap sebuah perangkat audio, maka di perlukan sebuah alur adaftor trafo jenis CT, tapi begitu tidak seluruh perangkat tape recorder mengfungsikan alur Trafo CT, bergantung dari besar dan jenis power yang digunakan, misal.
Power bersama kekuatan di bawah 60 watt dapat saja mengfungsikan alur power amplifier sederhana, supaya tidak membutuhkan supply tegangan yang besar dan tentunya untuk mengcover power 60 watt dapat juga di pasang trafo jenis NON CT.
Untuk power di atas 80 watt umumnya udah mengfungsikan catu kekuatan 3 fasa, mengingat rata-rata power amplifier membutuhkan supply tegangan 0 (nol) – (negatif), dan + (positif) supaya supaya power dapat bekerja secara maksimal kami membutuhkan trafo jenis CT yang di gabung oleh bersama 4 Dioda dan 2 Elco atau kelanjutan Bridge Wave.

Cara Merakit Tape Recorder (Tape Deck) Stereo.
Setelah seluruh alur tape dack udah disediakan, maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan lebih dari satu alur perangkat berikut bersama langkah sebagai berikut.

Langah Pertama.
Sambungkan kaki HEAD yang ada di mekanik cassette, karena saya merakit tape recorder stereo, maka mengfungsikan HEAD Stereo, di mana HEAD jenis stereo punya 4 buah PIN, selanjutnya untuk merakitnnya, maka PIN 1 dan PIN 2 di gabung jadi satu dan dijadikan sebagai ground, dan untuk PIN 3 HEAD di jadikan sebagai nada L (left), sedang untuk PIN 4 HEAD dijadikan sebagai jalur R (right) sehinga jalu kabel yang keluar dari HEAD jadi 3 bagian, yaitu.
Jalur kombinasi PIN 1 dan PIN 2 di sambunkan ke input Ground alur Pre-AMP Head.
Jalur PIN 3 di sambunkan ke input L (Left) alur Pre-AMP Head.

Jalur PIN 4 di sambunkan ke input R (Right)) alur Pre-AMP Head.

Langkah Kedua.
Selanjutnya dari Output Pre-AMP-Head, yakni Out L dan Out R di sambung ke Amplifier melalui jalur Input L dan R Tone Control.

Langkah Ketiga.
Kemudian dari Output Amplifier, silahkan sambungkan ke Speaker.

Langkah Keempat.
Silahkan untuk menambahkan tegangan terhadap tiap tiap bagian / alur tape deck cocok tegangan yang dibutuhkan, seperti.
Motor mekanik tape deck diberikan tegangan DC sebesar 12 volt.
Pre-AMP Head di beri tegangan DC sebesar 12 volt.
Jika Tone Control / Pengatur nada terpisah dengan, maka wajib diberi tegangan DC sebesar 12 vott atau sesuaikan tegangan yang dibutuhkan, mengingat terhadap tone control jenis tertentu ada yang mengfungsikan tegangan +15 Volt , -15 Volt, dan 0 atau Ground mengfungsikan jenis traffo CT bersama alur adaptor 4 dioda (bridge) dan 2 elco.
Jika Tone Control udah menyatu bersama Power atau (Amplifier), maka kami hanya membutuhkan tegangan untuk power

Note.
Untuk menaikkan mutu nada yang lebih bagus, dapat menambahkan lebih dari satu alur pendukung seperti.
Rangkaian super bass.
Rangkaian Equalizer.
Mengganti Rangkaian Amplifier bersama Tone Control dan Power secara terpisah.
Melakukan modifikasi bagian tone control.
Mengganti Tone Control bersama Parametrik.
Mengganti Tone Control bersama Mixer.
Melakukan modifikasi bagian power.
Membuat alur catu kekuatan bersama kekuatan yang cocok kebutuhan.
Menggunakan speaker cocok kekuatan atau besarnya watt power.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.